Makanan
Jajanan Tradisional, Berbisnis Go Green Sambil Merawat Budaya
Pernahkah kamu melihat foto jajanan tradisional yang saya tunjukkan di foto utama? Namanya kue pisang.
Rasanya? Oh tentu sangat enak. Apalagi saat kamu memakannya dalam kondisi hangat. Duh, nikmat sekali, rasanya bikin ketagihan. Saya sering memakannya di rumah.
Banyak sekali ide bisnis go green yang bisa kamu lakukan. Bisnis tanaman, menggunakan kemasan pembungkus terbuat dari kertas, membuat kreativitas dari bahan daur ulang, dan sebagainya.
Nah, bisnis go green yang satu ini, nggak cuma ramah lingkungan. Akan tetapi, bisnis yang bertujuan untuk merawat budaya. Apa namanya? Tentu saja, bisnis jajanan tradisional.
Bahkan, tidak hanya merawat warisan budaya, bisnis ini pun dapat membuatmu menikmati makanan yang lezat, dan perutmu kenyang. Bagi kamu yang suka memasak, pasti menyukai bisnis jajanan tradisional.
Hampir 6,5 tahun lalu, saya masuk dalam keluarga baru. Keluarga Betawi yang sangat besar. Apalagi, saya dan suami berbeda usia 10 tahun. Suami merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara, dua diantaranya sudah tiada, dan kini saya tinggal satu lingkungan dengan tiga kakak ipar.
Saking besarnya keluarga ini, saya bukan cuma menjadi tante dari para keponakan, tetapi juga menjadi nenek lebih dari 20 cucu ponakan. Setiap bertemu cucu, pasti dipanggil, "Nek". Padahal, usia saya baru 33 tahun, hahaha.
Yang paling tidak saya duga, ternyata ibu mertua dan kakak ipar sangat jago memasak. Apalagi membuat makanan tradisional, khususnya makanan dan jajanan khas Betawi.
Setiap ada pesanan, duh aroma makanan di dapur sampai ke dalam kamar. Saat ibu masih ada, sangat sering memasak segala jenis makanan tradisional, terutama apabila ada pesanan.
Biasanya, orang datang memesan makanan atau jajanan tradisional buatan ibu dan kakak untuk acara lamaran, pernikahan, pengajian, dan sebagainya.
Dari mulai nasi tumpeng, nasi uduk, nasi liwet, saya pernah mencicipinya. Selain itu, jajanan tradisional pun saya sering cicipi, seperti tape uli, kue bugis, kue pisang, putu mayang, dodol betawi, dan lain-lain. Hanya satu kata yang bisa saya ucapkan setelah mencicipinya, lezat bukan main rasanya.
Foto jajanan tradisional putu mayang (Sumber: Dokumentasi Pribadi Airani Listia) Yang tadinya saya jarang mencicipi makanan tradisional, setiap kakak ipar ada pesanan, sekarang kecipratan ikut mencicipi dan merasakan enaknya jajanan tradisional.
Walaupun ibu sudah tiada, kakak ipar masih meneruskan usahanya menjual segala macam jajanan tradisional. Nggak setiap hari sih, karena memang jajanan tradisional hanya dibuat untuk acara khusus, atau apabila kakak mengikuti bazar UMKM.
Kalau ditanya, darimana kakak dan ibu mengetahui resepnya? Resep itu diwariskan turun temurun dari keluarga. Jajanan tradisional itu, bukan jajanan sembarangan. Semua jajanan menggunakan bahan lokal.
Pewarna makanannya alami, termasuk dari daun pandan atau daun suji. Pembungkus makanan, selalu menggunakan daun, salah satu yang sering digunakan daun pisang.
Tidak pernah sama sekali menggunakan pengawet makanan. Oleh karena itu, makanan lebih sering disajikan dalam kondisi hangat, atau maksimal bertahan hanya dua hari satu malam.
Ide bisnis ini menurut saya sangat menguntungkan, dan banyak manfaat. Alasannya?
Pertama, resep jajanan tradisional akan terus ada, diwariskan turun-temurun kepada anak cucu. Warisan budaya terus ada, sehingga Indonesia masih memiliki beraneka ragam jajanan tradisional yang nikmat, dan unik.
Kedua, kamu akan mendapatkan keuntungan lumayan. Sebab, berjualan jajanan tradisional kita tidak hanya menjual sekadar camilan, tetapi ada budaya yang unik di dalamnya.
Tidak semua orang bisa membuatnya. Kalau pun ada, tidak semua orang dapat mengolah bahan lokal menjadi jajanan tradisional yang enak. Sehingga, banyak orang yang memburu dan ingin mencicipi jajanan tradisional.
Ketiga, bahannya alami, ramah lingkungan. Dari mulai pewarna makanan, pembungkus, sampai isinya, semuanya menggunakan bahan dari alam. Jadi, go green banget, dong.
Jajanan tradisional, ide bisnis go green yang memiliki potensi besar, bukan? Jadi, inilah rekomendasi bisnis go green ala saya. Mari pelajari resep jajanan tradisional, rawat warisan budaya, dan mulai bisnis go greenmu segera!
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Jajanan Tradisional, Berbisnis Go Green Sambil Merawat Budaya", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/airanilistia/6915965ff918e95773462522/jajanan-tradisional-berbisnis-go-green-sambil-merawat-budaya?page=3&page_images=1
Kreator: Airani Listia
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
Recommended for You
Kategori Berita
Mungkin anda juga suka kategori berita yang lain